JAKARTA -- Upaya Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia pada tahun 2022 tidak kesampaian. Federasi Asosiasi Sepakbola Internasional (Federation Internationale de Football Association/FIFA) mencoret keikutsertaan Indonesia sebagai peserta bidding Piala Dunia karena dianggap tidak memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dengan demikian gagallah Indonesia menjadi tuan rumah pesta sepakbola sejagat ini. Indonesia, pada tahap bidding, seharusnya bersaing dengan sepuluh negara menyusul mundurnya Meksiko. Sepuluh negara itu yakni Australia, Inggris, Belgia, Belanda, Korea, Jepang, Amerika Serikat, Spanyol-Portugal, Qatar dan Rusia.
Info yang berkembang, Indonesia dicoret menjadi peserta bidding Piala Dunia karena tidak mendapatkan dukungan dan jaminan dari pemerintah, padahal dukungan dan jaminan dari pemerintah merupakan syarat yang harus terpenuhi.
Dukungan yang dimaksud antara lain dukungan dari Ditjen Imigrasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kebudayaan dan Pariwisata, Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Pertahanan.
Meski ada informasi pencoretan itu, PSSI masih menunggu sikap pasti dari FIFA. Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes mengaku telah mendengar informasi pencoretan itu. Sebagai otoritas tertinggi persepakbolaan di Indonesia PSSI, katanya, sudah berusaha semaksimal mungkin agar lolos pada proses bidding Piala Dunia 2022.
Ada beberapa persyaratan keikutsertaan bidding yang belum terpenuhi hingga batas yang ditetapkan FIFA berakhir. Sesuai dengan keputusan FIFA, batas akhir pemenuhan persyaratan bidding itu adalah 9 Februari 2010 silam.
Indonesia sudah masuk tahap 14 dari 19 tahap yang harus dijalani pada bidding. Setelah mengumpulkan dukungan dari pemerintah yang seharusnya 9 Februari lalu, selanjutnya bidding menuju proses assessment pada 14 Mei mendatang. Proses bidding selesai ketika FIFA memutuskan status tuan rumah pada Desember tahun ini.
Sumber: http://bola.fajar.co.id/read/85157/95/peluang-indonesia-tuan-rumah-piala-dunia-2022-tertutup
Kamis, Maret 11, 2010
Minggu, Maret 07, 2010
Warga Ubah Nama Kotanya Menjadi Google
Jakarta - Sebuah kota di Amerika Serikat diubah namanya jadi sama persis dengan raksasa internet, Google. Fanatik berlebihan pada Google ataukah ada maksud lain di balik penggantian nama ini?
Ternyata berubahnya nama kota Topeka di Kansas menjadi Google bukan karena penduduknya tergila-gila pada Google. Hal ini dilakukan terkait rencana Google mengetes internet super cepat di beberapa wilayah.
Bulan lalu, Google mengumumkan akan menggelar layanan internet dengan kecepatan 100 kali lipat ketimbang koneksi saat ini. Mereka akan memilih beberapa wilayah sebagai tempat uji coba.
Nah, detikINET kutip dari Independent, Kamis (4/3/2010), Topeka ingin ikut ambil bagian sehingga untuk merayu Google agar memilih mereka, kota ini ganti nama. Namun Topeka hanya akan menyandang nama Google dalam waktu 1 bulan saja.
Walikota Topeka, Bill Gunten, menyatakan perubahan nama ini atas usulan warga setempat. Para penduduk memang ingin kotanya punya fasilitas teknologi tinggi. Bahkan anggota parlemen pun setuju dengan pengantian nama itu.
Sepertinya warga Topeka memang doyan ganti nama kotanya. Sebelumnya, nama kota ini sudah pernah berubah menjadi ToPikachu di tahun 1998 untuk merayakan karakter dalam game Pokemon.
Sumber:http://www.detikinet.com/read/2010/03/04/073947/1310783/398/warga-ubah-nama-kotanya-menjadi-google
Ternyata berubahnya nama kota Topeka di Kansas menjadi Google bukan karena penduduknya tergila-gila pada Google. Hal ini dilakukan terkait rencana Google mengetes internet super cepat di beberapa wilayah.
Bulan lalu, Google mengumumkan akan menggelar layanan internet dengan kecepatan 100 kali lipat ketimbang koneksi saat ini. Mereka akan memilih beberapa wilayah sebagai tempat uji coba.
Nah, detikINET kutip dari Independent, Kamis (4/3/2010), Topeka ingin ikut ambil bagian sehingga untuk merayu Google agar memilih mereka, kota ini ganti nama. Namun Topeka hanya akan menyandang nama Google dalam waktu 1 bulan saja.
Walikota Topeka, Bill Gunten, menyatakan perubahan nama ini atas usulan warga setempat. Para penduduk memang ingin kotanya punya fasilitas teknologi tinggi. Bahkan anggota parlemen pun setuju dengan pengantian nama itu.
Sepertinya warga Topeka memang doyan ganti nama kotanya. Sebelumnya, nama kota ini sudah pernah berubah menjadi ToPikachu di tahun 1998 untuk merayakan karakter dalam game Pokemon.
Sumber:http://www.detikinet.com/read/2010/03/04/073947/1310783/398/warga-ubah-nama-kotanya-menjadi-google
Rencana Jadi Status Facebook, Israel Batalkan Serangan
JERUSALEM, KOMPAS.com - Halaman-halaman pada situs jejaring sosial Facebook dapat digunakan untuk mengungkapkan banyak hal, mulai dari hal-hal pribadi sampai hal penting urusan negara.
Pasukan militer Israel sampai membatalkan penyerangan ke wilayah Palestina gara-gara status di Facebook. Pasalnya, seorang tentara mencantumkan rincian penyerangan itu, termasuk waktu dan tempat sasaran penyerangan.
Tentara itu, sejak dibebaskan dari tugas penyerbuan, selalu mencantumkan di status Facebook-nya bagaimana unitnya bergerak, termasuk soal rencana penyerbuan ke kawasan Tepi Barat. Demikian disiarkan oleh stasiun radio setempat.
Rekan-rekannya yang menjadi teman di Facebook-nya melaporkan penyebaran rencana itu kepada atasannya. Juru bicara militer Israel tidak berkomentar mengenai hal tersebut.
Israel menyatakan, penyerangan ke Tepi Barat ditujukan untuk menahan tersangka dari kelompok militan yang merencanakan menyerang Israel. Para pejabat Palestina mengatakan, penyerbuan tersebut telah mementahkan upaya perdamaian. Gawat deh....
Sumber:http://internasional.kompas.com/read/2010/03/05/0945456/Rencana.Jadi.Status.Facebook..Israel.Batalkan.Serangan
Pasukan militer Israel sampai membatalkan penyerangan ke wilayah Palestina gara-gara status di Facebook. Pasalnya, seorang tentara mencantumkan rincian penyerangan itu, termasuk waktu dan tempat sasaran penyerangan.
Tentara itu, sejak dibebaskan dari tugas penyerbuan, selalu mencantumkan di status Facebook-nya bagaimana unitnya bergerak, termasuk soal rencana penyerbuan ke kawasan Tepi Barat. Demikian disiarkan oleh stasiun radio setempat.
Rekan-rekannya yang menjadi teman di Facebook-nya melaporkan penyebaran rencana itu kepada atasannya. Juru bicara militer Israel tidak berkomentar mengenai hal tersebut.
Israel menyatakan, penyerangan ke Tepi Barat ditujukan untuk menahan tersangka dari kelompok militan yang merencanakan menyerang Israel. Para pejabat Palestina mengatakan, penyerbuan tersebut telah mementahkan upaya perdamaian. Gawat deh....
Sumber:http://internasional.kompas.com/read/2010/03/05/0945456/Rencana.Jadi.Status.Facebook..Israel.Batalkan.Serangan
Langganan:
Postingan (Atom)